File:Bruidsjak.jpg

From Wikimedia Commons, the free media repository
Jump to navigation Jump to search
Bruidsjak.jpg(245 × 262 pixels, file size: 18 KB, MIME type: image/jpeg)

Summary[edit]

Description
English: Clothes grooms mandailing people
Bahasa Indonesia: Saat ini, gaun pengantin putih Barat populer seperti gaun pengantin. Kain songket pinggul dan selendang (dengan suppletion kuningan) berasal dari, atau dengan gaya pakaian mewah dari daerah selatan Sumatera lebih banyak (misalnya Minangkabau, Palembang) juga sangat umum. 'Baju omon' era yang lebih awal ini menunjukkan bahwa orang mandailing-angkola telah mencari inspirasi di selatan untuk pakaian mewah lebih lama lagi. Memakai pakaian pengantin semacam itu hanya dikenakan oleh wanita dengan status lebih tinggi. Kain tenunan tangan didekorasi saat menenun dengan bekas rantai dan motif belanjaan suppletment. Setelah menenun, manik-manik dan lonceng perunggu diaplikasikan sehingga yak tidak hanya mencolok ke mata, Tapi juga membuat suara yang indah dengan setiap gerakan mempelai wanita. Profesor A. Grubauer telah membuat foto penggunaan pakaian semacam itu di Pekanten (Mandailing) (lihat Siebeth 1991: 208, 209, gambar 293-296). Saat ini arti 'baju' Indonesia, yaitu 'pakaian umum', digunakan di daerah Batak. Dulu, orang Mandailing-angkola menggunakan istilah itu hanya untuk pakaian seperti blus. Pakaian dijahit seperti itu tidak asli. Batakleding terdiri dari potongan-potongan kain yang dibungkus atau digantungkan di atas dan di sekitar tubuh. Namun, bisa disimpulkan dari disain dan motif kanvas yang banyak pengaruh dari luar daerah termasuk dalam seni tenun. Baju ini 'berfungsi sebagai bukti masuknya pengaruh dari luar.
Date between 1852 and 1857
date QS:P,+1852-00-00T00:00:00Z/8,P1319,+1852-00-00T00:00:00Z/9,P1326,+1857-00-00T00:00:00Z/9
Source
Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen
Author Tropenmuseum

Licensing[edit]

This file was provided to Wikimedia Commons by the National Museum of World Cultures as part of a cooperation project. The museum brings together the collections of the Tropenmuseum, Afrika Museum and the Museum of Ethnology. It exclusively provides images that are either made by its own staff, or that are otherwise free of copyright.

العربية | dansk | Deutsch | English | français | മലയാളം | Plattdüütsch | Nederlands | Bahasa Indonesia | Tiếng Việt | +/−

w:en:Creative Commons

attribution share alike

This file is licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported license.
Attribution: Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures
You are free:
  • to share – to copy, distribute and transmit the work
  • to remix – to adapt the work
Under the following conditions:
  • attribution – You must attribute the work in the manner specified by the author or licensor (but not in any way that suggests that they endorse you or your use of the work).
  • share alike – If you alter, transform, or build upon this work, you may distribute the resulting work only under the same or similar license to this one.

File history

Click on a date/time to view the file as it appeared at that time.

Date/TimeThumbnailDimensionsUserComment
current07:38, 3 March 2018Thumbnail for version as of 07:38, 3 March 2018245 × 262 (18 KB)Simartampua (talk | contribs)User created page with UploadWizard
  • You cannot overwrite this file.

The following page links to this file: